Kegiatan penanaman mangrove di Desa Citeurup, Panimbang, Pandeglang (Lembur Mangrove Patikang) berlangsung dengan penuh antusiasme. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan banyak manfaat, baik dari sisi pengalaman langsung maupun wawasan baru yang didapat peserta.
Program Studi Teknik Fisika, Universitas Multimedia Nusantara turut mengirimkan perwakilannya, yakni Lilis Marniwati Daeli, mahasiswa angkatan 2024. Kehadiran Lilis dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.
Walau dokumentasi kegiatan agak terbatas karena peserta tidak diperkenankan membawa ponsel pribadi ke dalam air, sejumlah momen tetap berhasil diabadikan menggunakan kamera panitia. Foto-foto tersebut akan menjadi bagian dari laporan resmi kegiatan.
Dari kunjungan ini, peserta memperoleh informasi menarik mengenai pemanfaatan mangrove oleh masyarakat setempat. Warga Desa Citeurup telah mengolah mangrove menjadi berbagai produk olahan seperti sirup, selai, dan dodol. Selain itu, peran Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) juga sangat terasa dalam mengelola desa wisata agar tetap lestari sekaligus menarik bagi pengunjung.
Di balik potensi yang besar, masyarakat juga menyampaikan sejumlah keluhan dan harapan. Infrastruktur jalan yang masih belum memadai menjadi salah satu kendala utama. Warga berharap adanya dukungan dari perguruan tinggi, khususnya dalam hal pengembangan SDM, pelatihan pariwisata, digitalisasi paket wisata, serta penambahan fasilitas seperti jalur tracking dan lahan parkir. Selain itu, masyarakat juga menginginkan adanya program bersama untuk memperluas pemahaman mengenai konservasi terumbu karang sebagai bagian dari keberlanjutan ekosistem pesisir.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa penanaman mangrove bukan hanya sekadar aksi lingkungan, tetapi juga pintu masuk untuk kolaborasi yang lebih luas antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah dalam membangun desa wisata yang berkelanjutan.